Wednesday, September 27, 2017

Aku Ingin Beli Buku Membaca Lagi



            Alhamdulillah sejak tugas Bunsay tentang literasi yang dulu, Fikri sampai sekarang menjadi senang membaca alias dibacakan buku cerita. Kebetulan buku yang menarik penuh gambar warna warni yang cocok buat anak-anak yang ada di rumah baru 2, yaitu Fabel ABC dan kamus 3 bahasa. Sedangkan cerita hikmah anak-anak yang kami beli waktu saya hamil Fikri dulu, karena tidak ada gambarnya, jadi dia tidak mau dibacakan cerita tersebut. Katanya terlalu lama hehe. Jadilah sampai sekarang saya hanya mengulang-ulang membacakan Fabel ABC tersebut sampai serasa hafal ceritanya hehe.
             Hari senin yang lalu, Fikri merengek-rengek minta untuk dibelikan buku membaca yang baru. Karena keadaan keuangan keluarga lagi mau kepake untuk suatu urusan, dan juga saya dan suami belum sempat untuk ke kota bersama hunting buku cerita anak-anak, maka saya masukkanlah materi cerdas financial dalam keinginan Fikri tersebut. Saya bilang ke Fikri, “Kakak kalau kakak pengen dibelikan buku membaca, kakak nabung dulu ya kak, biar nanti kalau uangnya terkumpul bisa buat beli buku”.
Fikri diam saja sambil masih tetep cemberut. Tapi langsung membuka kotak bekas lulur yang saya jadikan tempat menaruh koin-koin recehan untuk uang jajan sekolah atau jajan di rumah, dan langsung dia ambil semua koin dan dia masukkan ke kotak celengan.
Sambil ketawa dalam hati, saya sangat bersyukur. Karena sebandel apapun jagoan kami Fikri, masih mau mendengar nasehat ayah bundanya dan suka bila disuruh menabung. Walaupun kami masih belum bisa memberikan pemahaman kepada dia tentang perbedaan kebutuhan dan keinginan, tapi dia masih mau dan senang untuk menabung, Alhamdulillah. Semoga beberapa hari ke depan ketika Fikri rajin menabung, walaupun recehan, uangnya akan cukup untuk membeli buku cerita yang dia sukai, amin.

#Hari5
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItu PastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial





Menabung dan Mimpi Beli Mobil



            Anak kami Fikri paling suka diajak jalan-jalan. Entah itu ke rumah kung atau utinya di kota, atau sekedar berenang atau bila ada acara keluarga. Bila dia dikasih tahu jika akan diajak jalan-jalan, pasti semangat luar biasa, disuruh bubuk dulu segera nurut dsb. Atau bila perlu dia akan ikut menyiapkan keperluan bepergiannya berupa topi, jaket atau bekal makanannya.
            Selama ini kami mengajak Fikri jalan-jalan dengan naik motor, alat tranportasi yang kami punya. Kecuali bila acara tersebut melibatkan keluarga besar, misalnya jagong manten, atau silaturahim pas hari raya, maka kami memakai si xenia milik kakak. Dan ketika jalan-jalan tersebut naik mobil, Fikri lebih lebih senang lagi. Bahkan kecanduan hehe.
            Oleh sebab dia suka naik mobil itulah, maka tiap kali kami mengajari Fikri menabung, maka sebelum dia menabung saya suruh berdoa. Dan dia praktekkanlah doa tersebut ketika kemarin mau menabung. Doanya, “Bismillah kakak nabung biar bisa beli mobil, amin”, lalu dia masukkan koin tersebut ke dalam celengannya.
            Hehe walaupun menabung bukan semata-mata untuk beli mobil saja, tapi saat ini bagi Fikri anak kami, mimpi beli mobil itulah yang menggerakkanya untuk rajin dan rajin menabung. Semoga mimpinnya dan mimpi kami untuk memiliki mobil sebagai alat untuk mempermudah transportasi kami bisa terwujud dengan ikhtiyar menabung ini, amin.  

#Hari4
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItu PastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial




Aku Suka Menabung



            Pengenalan manajemen keuangan pada anak kami memang belum secara serius kami lakukan. Mengingat kami sebagai ayah bundanya lah yang sangat perlu untuk memperbaiki manajemen keuangan kami dulu. Selama ini kami hanya menerapkan prinsip air mengalir. Dimana ketika ada rezeki berupa uang, kami akan belanjakan apa yang kami butuhkan. Dan ketika belum ada, ya kami nunggu adanya rezeki baru kami bisa belanja.
            Dulu ketika putra kami Fikri masih kecil alias belum kenal beli jajan macam-macam, hal tersebut masih aman dan nyaman untuk kami lakukan. Beda halnya ketika sekarang kebutuhan meningkat, Fikri njajan belum bisa dikendalikan, perasaan pemasukan berapapun bisa habis bahkan kurang tanpa adanya proses pencatatan alur keuangan keluarga.
            Alhamdulillah saya masih bertemu dengan kelas BunSay ini, yang mengingatkan saya untuk segera memperbaiki diri dulu sebelum mendidik anak kami perihal keuangan. Insyaalloh akan saya mulai bulai depan ketika suami gajian, karena bila dimulai sekarang sudah bingung, uangnya lari kemana saja hehe.
            Khusus untuk anak kami, proses pengenalan manajemen keuangan baru sebatas kami perkenalkan menabung. Bila mendapat uang saku dari mbah kung atau mbah uti, maka segera saya suruh untuk memasukkannya ke kotak celengan. Daripada habis tidak karuan. Atau bila uang jajannya sisa, maka segera kami sodorkan celengan tabungannya agar segera dimasukkan. Alhamdulillah selama ini dia selalu antusias untuk menabung, sampai-sampai uang yang sedianya mau saya pakai buat belanja dimintanya untuk ditabung hehe. Dan ketika dia sudah selesai menabung, dia sering bilang “Aku suka menabung”. Sambil senyum biasanya saya respon dengan kata, “Anak pinter”.

#Hari3
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItu PastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial



4 Koin Bekal ke Sekolah



            Hari Sabtu ini kakak berangkat sekolah seperti biasa. Dan tak lupa saya memberi uang saku 4 buah koin lima ratusan sebagai uang jajannya. Disertai setengan botol kecil air putih atau susu(sesuai permintaannya) sebagai pengusir dahaganya di waktu sekolah.
            Dengan uang tersebut biasanya dia membeli jajan sosis atau jenang atau chiki yang sebenarnya saya sangat tidak menyukai dia membelinya. Tapi sampai saat ini saya belum bisa sama sekali melarangnya membeli makanan tidak sehat tersebut. Baru membatasi dengan memberi pilihan untuk membeli jajan yang lainnya.
            Saya kepikiran untuk membekalinya jajan yang sehat yang saya belikan sendiri. Tapi ketika saya coba kasih ke kakak, dia hanya mau makan jajanan tersebut di rumah dan untuk ke sekolah dia tetap mau dibekali uang saja. Ya sudah saya mengalah sambil terus menasehati agar uang jajannya tidak dihabiskan semua, disisakan untuk menabung. Sambil berniat berbagi rezeki kepada si penjual makanan di sekolah kakak.
            Efek nasehat saya agar kakak menyisakan uang untuk ditabung tersebut, kadang membuat dia jajan dengan membayar kurang pada penjual makanan. Misalkan dia beli Rp 2500; dia hanya membayar Rp 1500; pada penjual agar dia masih punya sisa uang untuk ditabung hehe. Akibatnya saya atau ayah atau mbah utinya selalu mengecek pada penjual apakah kakak Fikri punya hutang atau tidak hehe. Dan bila penjualnya bilang punya, segera saja kami melunasinya.
            Ya namanya juga proses, namanya juga masih anak umur 4 tahun. Kadang saya geli bila mengingat ulahnya tentang uang jajannya. Sering juga sangat bersyukur bahwa dia mendengarkan nasehat bundanya untuk menabung walau berefek hutang yang harus dilunasi oleh bunda, ayah atau mbah utinya.
            Tapi selalu kami nasehati agar kakak membeli jajan sesuai dengan uang yang dia punyai. Bila tidak ada uang berarti tidak boleh membeli. Dan tidak boleh membeli melebihi batas uang yang dipunyai. Walaupun mungkin sekarang belum kelihatan hasilnya, tapi kami percaya lambat laun dia akan disiplin dengan manajemen keuangannya, amin.
           
              

#Hari2
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItu PastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial


Menabung Sisa Uang Jajan



            Menabung bagi kakak Fikri bukanlah suatu hal yang baru. Alhamdulillah dari sejak usia kakak 2 tahunan kami ayah bundanya sudah mengenalkan proses menabung bagi si kakak. Jika kakak dikasih uang saku mbah kung atau mbah uti atau pun siapa saja, akan kami arahkan untuk dimasukkan ke tabungannya.
Sebenarnya mengenalkan proses menabung ini adalah hal yang tidak sengaja kami lakukan. Awal mula kakak menabung dulu karena dia dapat uang saku trus ada ide membelikan celengan plastik berupa hewan-hewan lucu, misalnya panda, ayam, dsb. Dan Alhamdulillah dia senang sekali menikmati proses memasukkan uang ke celengan tersebut. Berawal dari hanya uang recehan saja yang bisa kakak masukkan. Berlanjut ke uang kertas yang kami lipatkan dulu menjadi tipis, baru kemudian dia masukkan ke celengan. Dan alhamdulillah untuk sekarang ini dia sudah bisa memasukkan uang ke celengan baik koin maupun kertas yang ia lipat sendiri.
Adapun kotak celengan kakak yang berupa plastic berbentuk hewan-hewan lucu dengan harga murah meriah tersebut kami biasa beli di warung-warung kelontong terdekat. Dengan modal Rp 3000; kami sudah bisa membawa pulang 1 kotak celengan buat si kakak hehe.
Hari jumat (15/9/2017) kemarin, kakak seperti biasa pergi ke sekolah dengan uang saku 4 koin @Rp 500; selain membawa bekal minum susu/air putih di gelas minum tiwinya. Dan ketika pulang sekolah saya tanya tentang uang sakunya masih sisa 3. Kemudian saya suruh untuk memasukkan ke kotak celengan pandanya. Alhamdulillah hari ini kakak sudah bisa menabung uang sisa jajan di sekolahnya.
            .
#Hari1
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItu PastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial